Rabu, 24 Oktober 2012

Lab 52. OSPF - Stub Area


Objective :
  • Stub artinya ujung, merupakan router atau area yang paling ujung atau sisi paling akhir dan tidak memiliki cabang lain serta tidak memiliki jalan lain untuk menuju jaringan dengan segmen lain.
  • Semua external router LSA type 4 dan 5 (network dari routing lain yang diredistribute ke dalam OSPF) tidak dimasukkan dalam routing tabel
  • Sebagai gantinya digunakanlah default route untuk menuju ke network-network tersebut
  • Hal ini akan mengurangi kinerja CPU dan memori router, mengurangi jumlah routing tabel
  • Dikonfigurasikan di semua router yang ada dalam stub area
Topology dan konfigurasinya sebagai berikut

Konfigurasi R1
  
interface Loopback0
 ip address 1.1.1.1 255.255.255.255
!
interface Serial0/0
 ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
 serial restart-delay 0
!
router ospf 1
 router-id 1.1.1.1
 network 12.12.12.1 0.0.0.0 area0
 network 1.1.1.1 0.0.0.0 area 0
Konfigurasi R2
interface Loopback0
 ip address 2.2.2.2 255.255.255.255
!
interface Serial0/0
 ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
 serial restart-delay 0
!
interface FastEthernet1/0
 ip address 23.23.23.2 255.255.255.0
 duplex auto
 speed auto
!
router ospf 2
 router-id 2.2.2.2
 network 12.12.12.2 0.0.0.0 area0
 network 23.23.23.2 0.0.0.0 area1
 network 2.2.2.2 0.0.0.0 area1
Konfigurasi R3
interface Loopback0
 ip address 3.3.3.3 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
 ip address 23.23.23.3 255.255.255.0
 duplex auto
 speed auto
!
router ospf 3
 router-id 3.3.3.3
 network 23.23.23.3 0.0.0.0 area1
 network 3.3.3.3 0.0.0.0 area1

Create interface loopback baru
Advertise kedalam EIGRP untuk interface loopback 4,5,6, dan 7
Selebihnya advertise kedalam OSPF area 100 dan redistribute network EIGRP kedalam OSPF
Cek routing tabel pada Router R2 dan Router R3

Seperti yang terlihat dalam routing tabel pada R3. Untuk IP 100.100.100.1-3 merupakan Inter Area ( Area 0, Area 1 dan  area 100). Sedangkan untuk IP 100.100.100.4-7 merupakan External Area yaitu yang berasal dari network EIGRP.

Sekarang konfigurasikan untuk stub area nya.
Cek kembali routing table pada Router R3
Seperti yang terlihat untuk network diluar OSPF (network EIGRP) tidak lagi terdapat dalam routing tabelnya, sebagai penggantinya menggunakan default route untuk menuju ke network-network tersebut sehingga masih dapat di ping dari Router R3.

Cek juga pada OSPF databasenya.
Pada OSPF databasenya yang ditampilkan hanya LSA Type 1 dan LSA Type 3 saja.


Lab 51. OSPF - Standar Area


Objective : Mendeskripsikan berbagai type area yang dimiliki oleh OSPF

Topology dan konfigurasinya sebagai berikut
Konfigurasi R1
  
interface Loopback0
 ip address 1.1.1.1 255.255.255.255
!
interface Serial0/0
 ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
 serial restart-delay 0
!
router ospf 1
 router-id 1.1.1.1
 network 12.12.12.1 0.0.0.0 area 0
 network 1.1.1.1 0.0.0.0 area 0

Konfigurasi R2

interface Loopback0
 ip address 2.2.2.2 255.255.255.255
!
interface Serial0/0
 ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
 serial restart-delay 0
!
interface FastEthernet1/0
 ip address 23.23.23.2 255.255.255.0
 duplex auto
 speed auto
!
router ospf 2
 router-id 2.2.2.2
 network 12.12.12.2 0.0.0.0 area0
 network 23.23.23.2 0.0.0.0 area1
 network 2.2.2.2 0.0.0.0 area 1

Konfigurasi R3

interface Loopback0
 ip address 3.3.3.3 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
 ip address 23.23.23.3 255.255.255.0
 duplex auto
 speed auto
!
router ospf 3
 router-id 3.3.3.3
 network 23.23.23.3 0.0.0.0 area1
 network 3.3.3.3 0.0.0.0 area1

Create interface loopback baru.
 Advertise kedalam EIGRP untuk Interface Loopback 12 dan Interface Loopback 13
Selebihnya advertise kedalam OSPF dan redistribute network EIGRP kedalam OSPF
Cek routing table pada R2 dan R3
Seperti yang terlihat dalam routing tabel pada R3. Untuk IP 10.10.10.10 dan 10.10.10.11 merupakan Inter Area ( Area 0 dan Area 1). Sedangkan untuk IP 10.10.10.12 dan 10.10.10.13 merupakan External Area yaitu yang berasal dari network EIGRP.

Periksa show ip ospf database nya
Terlihat ada beberapa LSA Type yang dignerate oleh masing - masing router seperti ditampilkan dalam tabel berikut ini :



Sabtu, 29 September 2012

Lab 50. OSPF GRE Tunnel

Objective : Kalau sebelumnya menggunakan Virtual Link, alternatifnya bisa juga menggunakan GRE Tunnel agar Area yang tidak tersambung secara langsung dengan Area 0 bisa terhubung ke Area 0 (backbone).

Topology dan konfigurasinya adalah :
Konfigurasi R1
 
interface Loopback0
 ip address 1.1.1.1 255.255.255.255
!
interface Serial0/0
 ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
 serial restart-delay 0
!
router ospf 1
 router-id 1.1.1.1
 network 12.12.12.1 0.0.0.0 area 1
 network 1.1.1.1 0.0.0.0 area 0
Konfigurasi R2
interface Loopback0
 ip address 2.2.2.2 255.255.255.255
!
interface Serial0/0
 ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
 serial restart-delay 0
!
interface FastEthernet1/0
 ip address 23.23.23.2 255.255.255.0
 duplex auto
 speed auto
!
router ospf 2
 router-id 2.2.2.2
 network 12.12.12.2 0.0.0.0 area 1
 network 23.23.23.2 0.0.0.0 area 2
 network 2.2.2.2 0.0.0.0 area 1
Konfigurasi R3
interface Loopback0
 ip address 3.3.3.3 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
 ip address 23.23.23.3 255.255.255.0
 duplex auto
 speed auto
!
router ospf 3
 router-id 3.3.3.3
 network 23.23.23.3 0.0.0.0 area 2
 network 3.3.3.3 0.0.0.0 area 3
Konfigurasikan GRE Tunnelnya
Cek routing tabel Router R1
Network Area 2 sudah masuk dalam routing tabel, namun Network Area 3 belum terdapat dalam routing tabel.

Konfigurasikan GRE Tunnel untuk Router R2 dengan Router R3
Cek kembali routing tabel Router R1, Router R2, dan Router R3. Pastikan semua IP Address Interface Loopback Router R1, Router R2, dan Router R3 dapat di ping.
Dan terlihat semua IP Address Interface Loopback dari Router R1 (1.1.1.1), Router R2 (2.2.2.2), dan Router R3 (3.3.3.3) berhasil di ping dari Router R3.

Lab 49. OSPF Virtual Link


Objective : Diinginkan agar semua router dapat diping meskipun areanya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk menghubungkan area lain yang tidak terhubung secara langsung dengan area 0 (backbone) dapat juga menggunakan cara virtual link.

Topology dan konfigurasinya sebagai berikut :
Konfigurasi R1
 
interface Loopback0
 ip address 1.1.1.1 255.255.255.255
!
interface Serial0/0
 ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
 serial restart-delay 0
!
router ospf 1
 router-id 1.1.1.1
 network 12.12.12.1 0.0.0.0 area 1
 network 1.1.1.1 0.0.0.0 area 0
Konfigurasi R2
interface Loopback0
 ip address 2.2.2.2 255.255.255.255
!
interface Serial0/0
 ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
 serial restart-delay 0
!
interface FastEthernet1/0
 ip address 23.23.23.2 255.255.255.0
 duplex auto
 speed auto
!
router ospf 1
 router-id 2.2.2.2
 network 12.12.12.2 0.0.0.0 area 1
 network 23.23.23.2 0.0.0.0 area 2
 network 2.2.2.2 0.0.0.0 area 1
Konfigurasi R3
interface Loopback0
 ip address 3.3.3.3 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
 ip address 23.23.23.3 255.255.255.0
 duplex auto
 speed auto
!
router ospf 1
 router-id 3.3.3.3
 network 23.23.23.3 0.0.0.0 area 2
 network 3.3.3.3 0.0.0.0 area 3

Cek routing tabel masing-masing router
Pada OSPF, bila diinginkan menggunakan area lain selain area 0, maka area tersebut harus terhubung dengan area 0. Bila ternyata kondisinya ada area yang tidak tersambung dengan area 0, maka hasilnya akan seperti diatas dimana routing tabelnya tidaklah lengkap karena router-router tersebut tidak mau untuk saling berbagi informasi routing tabelnya.

Pada topology diatas, hanya Router R1 yang tersambung dengan area 0. Sedangkan Router R2 dan Router R3 tidak tersambung dengan area 0, jika ditampilkan ospf databasenya, maka hanya Router R1 yang menampilkan informasi tentang area 0. Sedangkan Router R2 dan R3 tidak menampilkan informasi tentang area 0.
Selanjutnya konfigurasikan virtual linknya, virtual link ini dikonfigurasikan dua sisi, pertama antara Router R2 dan Router R1 terlebih dahulu, berikutnya antara Router R3 dan Router R2.

Untuk Router R2 terdapat area 2 didalamnya yang tidak terhubung langsung dengan area 0, maka virtual link dibuat melalui area 1 sebagai jembatannya.
Dengan konfigurasi tersebut, maka di Router R1 akan muncul pesan seperti berikut :
Maka selanjutnya konfigurasikan virtual link di sisi Router R1
Cek lagi routing tabel Router R1
Terlihat network Area 2 yakni 23.23.23.0 sudah masuk ke dalam routing tabel, namun network Area 3 belum muncul.

Berikutnya konfigurasikan virtual link pada Router R3 dimana terdapat Area 3 didalamnya. Untuk terhubung ke Area 0, maka Area 2 digunakan sebagai jembatannya.
Maka pada Router R2 akan muncul pesan :
Konfigurasikan juga virtual link di sisi Router R2
 Untuk melakukan pengecekan virtual linknya gunakan perintah berikut :
Kemudian cek kembali routing tabel Router R1
Sekarang terlihat pada routing tabel Router R1 sudah mengenali semua network pada Area 1, Area 2, dan Area 3.
Cek routing tabel pada Router R2 dan Router R3
Hal yang sama juga terlihat didalam routing tabel pada Router R2 dan Router R3. Masing-masing IP Address loopback dari Router R1, Router R2, dan Router R3 dapat diping.